Sunday, December 04, 2005

Boxtel kelabu

Siang bolong kemarin, mendung bergelayut di Boxtel, tempat di mana aku tinggal. Aku dengar ttg tragedi sebuah kafe yg terbakar. Di atasnya tinggal sepasang suami istri dengan 3 anak. Istrinya meninggal beberapa jam setelah kejadian karena luka2 berat, anaknya berumur 3 tahun juga meninggal di tempat bersama bayi berusia 6 bulan. Heel triest...(sangat menyedihkan....). Sang suami sempat menyelamatkan seorang putrinya yg berusia 2,5 tahun, tapi dia sendiri akhirnya terbaring kritis di rumah sakit, setelah usahanya gagal untuk kembali masuk ke rumah menyelamatkan anggota keluarganya yg lain.
Berita tragedi ini diulas kembali di larut malam, mataku makin sulit terpejam. Aku bayangkan kepanikan seorang ayah yg berusaha menyelamatkan anak2nya. Tidak pikir panjang siapa dulu yg bisa dibawa keluar dari rumah, dari panasnya api.....untuk diberi kesempatan.....untuk diselamatkan......
Mataku makin berat, bukan karena mengantuk. Aku menangis.....sembari berdoa, supaya Tuhan memberi keajaiban bagi pahlawan keluarga ini. Dia terbaring kritis, antara hidup dan mati. Kasihan si kecil yg masih hidup, ditinggal oleh orang2 terkasih oleh bencana ini.....semoga ayahnya bisa melihat sampai si kecil bisa menjadi besar....
Aku menoleh kesebelahku, Noni tidur pulas. Erik juga. Airmataku masih mengembang, Tuhan, aku bersyukur bisa menikmati pemandangan indah ini. Mereka, yg terkasih, yg membuat hidupku sehari-hari makin berarti.
Tuhan Yang Maha Kasih, berikan kekuatan bagi si kecil yg kini sendiri.....dan berikan tempat di surga bagi mama, kakak dan adiknya. Berikan kuasaMu bagi sang papa.....kami mohon....
(Catatan : .....selang sehari kemudian Tuhan memanggil sang papa.....semoga arwahnya di terima di sisi Bapa.....Amien....).

2 Comments:

Post a Comment

<< Home