Ambil mobil
Kamis pagi jam 9, mertua udah jemput. Kami hari ini bisa ambil mobil di Toyota dealer. Sampe sana, ternyata si Meneer belum ada di kantor. Kami tunggu sembari minum teh.
Cuaca dingin minus 5 derajat. Di dalam mobil tadi aku pake sarung tangan. Bbbrrrr.........!
Di ruang anak Noni main2 lego, bikin rumah. Celotehnya, huis....huis....Oke nak, kamu boleh main sepuasnya. Aku dan mertua, kupanggil Oma, liat2 mobil di showroom. Noni kadang minta duduk di belakang setir.
Selang kemudian, datang orangnya yg kami tunggu. Katanya, mobil masih dicek buat yg terakhir kali. Ngga lama, datang mobil kami diantar sama montir. Noni udah ngga tenang, pengin cepet2 naik. Erik masih ngurus di dalam kantor.
Setelah Erik ambil kursinya Noni dari dalam mobil milik Oma, dia lalu pasang di mobil kami. Oma pulang duluan. Kami meluncur ke Grinsven, ambil papan pesanan yg mau kami pasang di dapur. Dari toko itu kami terus pulang ke Boxtel.
Sore, setelah Noni terbangun di kamarnya, kami berangkat ke Kapel Heilige Eik. Di s
ana kami pasang lilin dan berdoa. Tadinya hanya kami bertiga yg di sana, tapi lalu umat yg lain mulai berdatangan. Kami tinggalkan kapel dengan perasaan damai.
Sebelum kembali ke rumah, kami belanja dulu. Terus mampir ke mertua. Erik sebenarnya mau traktir makan malam, tapi Oma nolak mentah. So, malam itu kami makan frites. Oma yg bayar.......
Cuaca dingin minus 5 derajat. Di dalam mobil tadi aku pake sarung tangan. Bbbrrrr.........!
Di ruang anak Noni main2 lego, bikin rumah. Celotehnya, huis....huis....Oke nak, kamu boleh main sepuasnya. Aku dan mertua, kupanggil Oma, liat2 mobil di showroom. Noni kadang minta duduk di belakang setir.
Selang kemudian, datang orangnya yg kami tunggu. Katanya, mobil masih dicek buat yg terakhir kali. Ngga lama, datang mobil kami diantar sama montir. Noni udah ngga tenang, pengin cepet2 naik. Erik masih ngurus di dalam kantor.
Setelah Erik ambil kursinya Noni dari dalam mobil milik Oma, dia lalu pasang di mobil kami. Oma pulang duluan. Kami meluncur ke Grinsven, ambil papan pesanan yg mau kami pasang di dapur. Dari toko itu kami terus pulang ke Boxtel.
Sore, setelah Noni terbangun di kamarnya, kami berangkat ke Kapel Heilige Eik. Di s
ana kami pasang lilin dan berdoa. Tadinya hanya kami bertiga yg di sana, tapi lalu umat yg lain mulai berdatangan. Kami tinggalkan kapel dengan perasaan damai.Sebelum kembali ke rumah, kami belanja dulu. Terus mampir ke mertua. Erik sebenarnya mau traktir makan malam, tapi Oma nolak mentah. So, malam itu kami makan frites. Oma yg bayar.......
1 Comments:
best regards, nice info Nipple flower Wedding stationery supplies Us visa card from chase Acupuncturemesotherapy in london upper body strength training for tennis metro tennis mercedes cl500 1999 Tennis champion wimbledon womens lost in australian http://www.teak-lounge-chair.info/bathroom-wall-mounted-fan-heaters.html Ice making machine nigeria affiliate programs American baccarat betting book sport tip Tax return project The academy boot camp attempt to recover deleted files us tennis open tickets
By
Anonymous, at 10:36 AM
Post a Comment
<< Home